Bunuh Diri ??

Beberapa hari yang lalu, di deket rumah di hebohkan dengan seorang pria yang mencoba bunuh diri. Ia naek ke tower telkomsel, hampir mencapai puncaknya. Bisa kita bayangkan, berapa tinggi itu tower, aku sendiri pasnya juga gak tau, lha gak penah ngukur. Ketika pria tersebut mulai menaiki tower, sebenernya ada orang yang melihat, namun pikirnya “ Halah, itu paling petugas dari telkom”. Singkat cerita, bejibun penonton yang menyaksikan dari bawah (emang festival apa?) sampe lalu lintas di jalan kecil itu macett,,cett,cett. Polisi yang datang udah 2 mobil, berikut tim SAR. Tapi si pria masih bertengger di tower (niat bunuh diri nggak to?). Kebetulan itu bukan warga di sekitar sini, tetapi dari dusun yang letaknya lumayan jauh dari TKP. Orang-orang yang liat dari bawah, teriak-teriak, “Hoii, mudhun o, mesakke anak bojomu melu sopo?” . Para polisi sibuk menggelar terpal di sekeliling tower, njagani nek itu pria anjlok, gak jatuh ke tanah, tapi ke terpal biar selamet. Setelah beberapa jam, pria itu belum menjatuhkan dirinya, Lohh??.mungkin ia masih mikir-mikir, inget istrinya, anaknya dan mungkin ia ingat Allah :). Ternyata pria tersebut sudah bekeluarga, mempunyai 2 orang anak yang masih kecil. Motif bunuh diri, denger-denger sih, masalah ekonomi keluarga.

Anehnya, ada yang bilang gini, “nek niat bunuh diri mbok yo njegur sumur, nabrak sepur opo kon nabrak Sumber Kencono wae, genah ndang mati.”

Astagfirullah.

Akhir cerita, karena bantuan polisi dan tim SAR, pria itu bisa di selamatkan, alias gak jadi bunuh diri. Alhamdulillah Allah membuka hati dan pikirannya untuk tidak melakukan perbuatan yang sangat bodoh itu, bisikan kuat setan yang mendorong untuk mengakhiri hidupnya. Dipikir, setelah mati semua urusan akan selesai dalam sekejap???

Teringat juga, beberapa bulan yang lalu, persis di depan rumah, seorang pria juga, mengakhiri hidupnya dengan `njegur sumur` (masuk ke dalam sumur). Butuh waktu yang lama tim SAR untuk mengangkatnya, karena kondisinya di dalam sumur, afwan, sungguh mengerikan. Motif tak jauh beda dengan yang di atas, Yuphh, Sosial ekonomi keluarga seperti terlilit hutang dan sulitnya mencari pekerjaan. Ekonomi lagi….

Hufthh, mungkin dengan mati bunuh diri, urusan di dunia bisa berhenti saat itu juga, TAPI setelah itu, bukankah kita akan mempertanggungjawabkan dan di mintai pertanggungjawaban atas apa yang kita lakukan di dunia oleh Allah Swt?? Apa yang aku bawa ketika tiba `giliranku` untuk menghadapMU ya Rabb,,,,??? Ajari kami untuk selalu mencintai-MU, untuk lebih mendekatkan diri kepada-MU. Jadikan dunia di tanganku, Akhirat di hatiku, selalu….

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

4 komentar:

AndiDzar mengatakan...

fi klo pke bhs asing (jowo) tlg d ksh translateny, ntah brupa catatan kaki ato dalam krung. ksian ntar klo yg baca org batak hehehehe.

Anonim mengatakan...

wah kok daerah omahmu medini yo isine kok bunuh diri kbeh..jo2 sing due omah...ihhh..hehehe..pizzz..gak mungkinlah...iki tes sek

heri_must mengatakan...

weh..weh..weh...sing bar ndelok wonk bunuh diri...lagsung di posting je...xixixix

Efi Antares mengatakan...

oia, di transtool gk bisa yah!!suwun mas andi!!:)